Tafsir Mimpi Sesuai Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Selamat datang di http://mimpiku.web.id

Ketika kita tidur terkadang kita bermimpi dan terkadang mimpi itu seperti nyata dan terkadang samar.
Terkadang mimpi tersebut kita mengerti namun banyak mimpi yang  kita rasakan nyata namun tak bermakna.
Ketika mimpi itu baik bagi kita maka kita senang, dan merasakan kelegaan ketika terbangun.
Dan terkadang mimpi itu kita rasakan buruk dan membuat hati kita bersedih.
Namun benarkah yg kita rasakan kesenangan dalam mimpi itu adalah kesenangan juga di dunia nyata, ataukah yang kita rasakan buruk adalah sesuatu yang buruk pula untuk hidup kita?

 

Rosulullah bersabda:

"Apabila zaman mulai berdekatan (waktu terasa singkat), hampir-hampir mimpi seorang mu'min itu tidak berdusta. Dan mimpi seorang mu'min adalah sebagaian dari 76 cabang Nubuwwah. Dan apa saja yang berasal dari Nubuwwah maka tidak akan pernah dusta."

(HR Al-Bukhori:7017 dan Muslim: 22)


 

--------------------------------------



 

Sesungguhnya mimpi itu bisa terjadi karena 3 hal:


 

Dari Abu Hurairahradhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله


“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari 7017)

Adapun kabar gembira dari Allah maksudnya adalah mimpi-mimpi yang terlihat nyata, dan kita tidak merasakan sedang bermimpi ketika kita tidur.



Mimpi yang datang dari Allah tersebut selalu menjadi kabar gembira bagi seorang muslim, baik itu mimpi baik ataupun mimpi buruk. Mimpi baik tentunya mimpi yang mempunyai tafsiran baik, dan mimpi buruk adalah mimpi yang mempunyai tafsir buruk.

Mimpi buruk ini ketika Allah kabarkan pada kita maka kita dapat berhati-hati agar mimpi buruk tersebut akan menjadi baik pada akhirnya. Itulah yang dimaksud dengan kabar gembira dari Allah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa qodlo itu masih dapat berubah dan qodar itu sudah tidak dapat berubah. Bila sesuatu yang Allah tetapkan untuk kita dan itu belum terjadi maka itu disebut qodlo. Dan segala sesuatu yang Allah tetapkan untuk kita dan telah terjadi maka itu disebut Qodr atau Qodar(bahasa Indonesia).

Maka mimpi yang datang dari Allah itu terkadang menjelaskan apa yang telah terjadi dan terkadang menunjukkan apa yang akan terjadi. Ketika mimpi itu menunjukkan sesuatu kepada yang telah terjadi maka kita dapat berlindung atas akibat dari mimpi tersebut jika itu buruk dan kita dapat bersyukur atas akibat dari mimpi tersebut jika itu baik. Adapun jika mimpi itu menunjukkan kepada sesuatu yang akan terjadi maka kita dapat berlindung agar tidak terjadi jika itu mimpi buruk, atau kita dapat berdoa agar dijauhkan dari takdir buruk tersebut dan akibat yang ditimbulkannya jika itu memiliki tafsiran buruk.

Sehingga apakah itu mimpi buruk ataupun baik jika datangnya dari Allah, akan menjadi berita gembira (بشرى) bagi seorang muslim.

--------------------------------------------

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar mimpi buruk tidak diceritakan kepada siapapun.
Sebagaimana hadits dari Jabir bin Abdillah Rodhiallahu ‘anhu, bahwa ada seorang Arab badui menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:
"Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya".
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,


لاَ تُحَدثِ الناسَ بِتَلَعبِ الشيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ

"Jangan kau ceritakan kepada orang lain kelakuan setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi".



Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan dalam salah satu khutbahnya,


لاَ يُحَدثَن أَحَدُكُمْ بِتَلَعبِ الشيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ

“Jangan sekali-kali kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan diri kalian di  alam mimpi” (HR Muslim 2268).



Dalam riwayat lain, beliau menjamin ketika seseorang melupakan mimpi itu dan memohon perlindungan dari setan, maka mimpi itu tidak akan berdampak buruk baginya. Beliau bersabda:



وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوذْ بِاللهِ مِنْ شَرهَا، وَمِنْ شَر الشيْطَانِ، وَلْيَتْفِلْ ثَلاَثًا، وَلاَ يُحَدثْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنهَا لَنْ تَضُرهُ

Apabila kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri 3 kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemdian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.”

(HR. Bukhari 7044, Muslim 2261, dan yang lainnya)



Mengapa Rosul melarang untuk memceritakan mimpi buruk?
Karena mimpi buruk itu ketika diceritakan, dapat menimbulkan sugesti sehingga ia melakukan apa yang menjadi sugestinya tersebut dan akhirnya mimpi buruk itu pun benar-benar terjadi, padahal ia sudah memohon perlindungan Allah. Terjadi karena perasangka hatinya, mungkin Allah sudah mengabulkan doanya agar dijauhkan dari mimpi buruk tersebut sebelumnya. Namun karena hatinya berperasangka bahwa mimpi buruk itu akan terjadi maka Allah mengabulkan perasangka hatinya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
 

أَنَا عِنْدَ ظَن عَبْدِى بِى

 

Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).




Maka ketika mimpi buruk itu kita adukan kepada Allah, dan kita berdoa meminta Allah dari mimpi tersebut, setelah itu jangan kita ceritakan kepada orang lain agar tidak menjadi sugesti di hati kita dan di hati orang yang kita ceritakan. Sehingga tidak ada keyakinan bahwa mimpi itu akan terjadi. Dan Allahpun mengabulkan agar mimpi buruk itu tidak terjadi.

---------------------------------

Berikut sebagian dari isi kitab ini:

Cinta kepada Allah Ta'ala dalam mimpi artinya kekokohan dalam islam, lurusnya keyakinan dan mengikuti sunnah nabi Shallallahu'alai wasallam. Dan jika seseorang mencintai orang lain karena Allah Ta'ala, menunjukkan kecintaan Allah dan rahmat-Nya. Dan kalau dia mencintai bukan karena Allah, artinya keresahan dan kesusahan.

(http://mimpiku.web.id/tafsir/c/Cinta.html)

Ular Dalam mimpi menunjukkan musuh yang berharta. Jika dia bermimpi seekor ular masuk ke rumahnya, artinya musuh yang melakukan makar terhadapnya. Kalau dia membunuhnya artinya dia meangalahkan musuh itu. Siapa yang bermimpi membunuh seekor ular di ranjangnya, artinya isterinya wafat. Kalau mimpi di rumahnya penuh ular dan dia tidak takut, artinya dia melihat musuh kaum muslimin dan pengekor hawa nafsu.

Kalau bermimpi melihat seekor ular mati, artinya Allah Subhanahu Wata’ala membinasakan musuhnya tanpa membebaninya. Kalau dia melihat ular masuk ke dalam rumahnya lalu keluar tanpa menimbulkan madharat, artinya musuh-musuhnya dari keluarga dan kerabatnya sendiri.  

(http://mimpiku.web.id/tafsir/u/Ular.html)

-------------------------------

Petunjuk Penggunaan:

Pilih huruf sesuai mimpi kita. Jika kita bermimpi tentang ular maka silahkan memilih huruf U kemudian pilih Ular.

Back
Wanita (النِّسَاءِ)

Tafsir dari wanita adalah: syahwat dan perhiasan dunia.

Allah berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)


Siapa yang bermimpi mereka menghadap kepadanya, artinya dunia mendatanginya.

Jika yang bermimpi adalah seorang lelaki maka dapat juga diartikan fitnah.

Hdaits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda, 

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740)


Maka jika seorang lelaki bermimpi wanita mendatanginya maka artinya terdapat suatu perkara yang merupakan suatu kejelekan untuknya. Dan hendaknya dia menjauhi perkara tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  mengabarkan dalam sabdanya,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خضرة، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّــقُوا الدُّنْــيَا وَاتَقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِـي إِسْرَائِـيلَ كَانَتْ فِي النِسَاءِ

Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita” (H.R. Muslim: 2742)

 

Jika laki-laki itu bermimpi berpaling dari wanita maka artinya dia berpaling atau menjauhi fitnah, kemungkaran atau kejelekan, dan dia termasuk seorang yang baik.

Allah telah membuktikan penjagaan-Nya kepada nabi Yusuf  ‘alaihis salam dari fitnah Zulaikha lantaran beliau bertakwa, menjaga hak-hak Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata Dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu Termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24)

 

Jika seorang laki-laki menyentuh wanita yang bukan mahromnya maka artinya dia melakukan dosa besar. Seberapa kali dia menyentuhnya, seberapa kali juga dia melakukan dosa.

Hadits Ma’qil bin Yasar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
 

Jika bermimpi ada seorang wanita yang berjihad maka artinya dia melakukan Haji atau Umroh.

Hadits yang diriwayatkan Al Bukhari, hadits Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha dengan lafadz:

استأذنت النبي صلى الله عليه وسلم في الجهاد فقال: “جهادكن الحج

Aku meminta izin kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk pergi berjihad, lalu beliau bersabda: ‘Jihad kalian (wanita) adalah haji’

 

======================

 

Interpretation of women is: lust and jewelery of the world.

Allah says,

زين للناس حب الشهوات من النساء والبنين والقناطير المقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة والأنعام والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا والله عنده حسن المآب

"Beautified for people is the love of that which they desire - of women and sons, heaped-up sums of gold and silver, fine branded horses, and cattle and tilled land. That is the enjoyment of worldly life, but Allah has with Him the best return. "(Surah Ali‘ Imran: 14)


Who dreams they are facing him, meaning the world comes to him.

If the dreamer is a man then slander can also be interpreted.

Hadits of the Prophet sallallaahu ‘alayhi wasallam narrated from Usamah Bin Zaid. He said,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

"I have not left one slander more dangerous to men than slander of women." (Narrated by Bukhari: 5096 and Muslim: 2740)


So if a man dreams of a woman coming to him then that means there is a case which is an ugliness for him. And he should stay away from the case.

Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wasallam preached in his saying,

إن الدنيا حلوة خضرة, وإن الله مستخلفكم فيها, فينظر كيف تعملون, فاتقوا الدنيا واتقوا النساء, فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت في النساء

"Truly the world is so sweet and green. And Allah entrusts you to take care of it, Allah wants to see how you do. Therefore stay away from world slander and stay away from woman's slander, for in fact the first slander among the Children of Israel was the problem of women "(H.R. Muslim: 2742)

 

If a man dreams of turning away from a woman, that means he is turning away from slander, neglect or ugliness, and he is a good person.

Allah has proven His safeguards to the Prophet Yusuf ‘alayhi salam from the slander of Zulaikha because he was pious, guarding the rights of Allah Ta'ala:

ولقد همت به وهم بها لولا أن رأى برهان ربه كذلك لنصرف عنه السوء والفحشاء إنه من عبادنا المخلصين

"And she certainly determined [to seduce] him, and he would have inclined to her had he not seen the proof of his Lord. And thus [it was] that We should avert from him evil and immorality. Indeed, he was of Our chosen servants. "(Surat Yusuf: 24)

 

If a man touches a woman who is not a mahrom then it means he is committing a grave sin. How many times he touched him, how many times he sinned.

Hadith Ma’qil bin Yasar.

Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam said,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

"Stabbing one's head with an iron peg is really better for him than touching a woman who is not his mahram." (Narrated by Thobroni in Mu'jam Al Kabir 20: 211. Shaykh Al Albani says that this hadith is authentic)

 

If you dream of a woman who is Jihad, then that means she is doing Hajj or Umrah.

The hadith narrated by Al Bukhari, the hadith of Umm al-Mu'minin Aisyah Radhiallahu’anha with lafadz:

استأذنت النبي صلى الله عليه وسلم في الجهاد فقال: "جهادكن الحج

"I asked permission from the Prophet sallallaahu 'alaihi wasallam to go on jihad, then he said:' Your jihad (women) is pilgrimage '"